UNIT-UNIT

Mitra / Kerjasama

Login Form

Saat ini Online

We have 10 guests and no members online

Menimbang Hasil UN SMP YPK 2010

MENIMBANG HASIL UN SMP YPK TAHUN 2010

Oleh: H. Saepudin Arsuki

Kepala SMP YPK Bontang

 

 

Dalam perspektif kegiatan pendidikan sebagai suatu produk, maka hasil Ujian Nasional (UN) yang sama-sama kita saksikan beberapa hari ini itulah gambaran umum tentang produk pendidikan kita. Pandangan masyarakat umum, sekolah-sekolah dengan tingkat rata-rata nilai UN yang tinggi dan disertai tingkat kelulusan yang sempurna diposisikan sebagai sekolah yang baik (unggul), sebaliknya sekolah-sekolah dengan tingkat rata-rata nilai UN di bawah standar dan disertai tingkat kelulusan yang rendah pula diposisikan sebagai sekolah belum baik.

 

Lalu bagaimana dengan hasil UN SMP YPK?  Kembali kepada perspektif hasil UN sebagai suatu produk pendidikan, penulis hanya ingin mengingatkan kembali bahwa untuk menimbang hasil pendidikan harus disertakan faktor input dan proses. Faktor input dan proses menjadi penting dibicarakan mengingat setiap sekolah pada kenyataannya berbeda.  Input yang dimaksudkan di sini sekurang-kurangnya siswa baru dengan segala potensinya, sementara yang dimaksudkan proses adalah segala macam perlakuan educative oleh guru kepada siswa atau secara sederhana sering disebut proses belajar mengajar (PBM) di kelas.  Dua faktor ini sangat diyakini memiliki kontribusi yang signifikan dalam menghantarkan hasil yang diharapkan.  Dengan alasan ini pula, adalah hal yang bisa dipahami jika sekolah-sekolah tertentu (Sekolah Negeri) melakukan seleksi masuk terhadap calon siswanya.  Jika faktor pertama sukses dilaksanakan, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana PBM dilaksanakan dengan baik oleh guru.  PBM yang berkualitas tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui berbagai upaya pembaharuan yang sistematis dan terus menerus dari sekolah terhadap para guru.

 

Berikut adalah profile hasil UN SMP YPK Tahun 2010: peserta UN sebanyak 301 siswa, rata-rata nilai UN 30, 71 (7, 67), dengan tingkat kelulusan 95,68 %.  Nilai tertinggi individual 37, 80 atas nama Ananda Zati Dini Atsari.  Sementara nilai sempurna (10,00) sebagai berikut: Bahasa Inggris atas nama Ananda Elda Sulfiana;  Matematika atas nama Ananda Bagus Anugerah Yoga Pratomo, dan Ananda Zati Dini Atsari; IPA atas nama Ananda Aidir Rahman Bustami, dan Ananda Luqman Harun Arrosyid.  Nilai rata-rata kategori level A (> 7,50) sebanyak 180 siswa (60 %), nilai rata-rata kategori B (> 5,60 s.d 7,50) sebanyak 108 siswa (35 %), dan sisanya 5 % kelompok siswa yang masih harus mengulang.

 

Terkait dengan input,  seperti diketahui bersama bahwa sekolah-sekolah YPK termasuk SMP YPK tidak melakukan seleksi, semua calon siswa baru apapun kondisinya jika itu anak karyawan harus diterima.  Dengan tidak adanya seleksi itu berarti kemampuan para siswa sangat hetorogen.  Bisa dibayangkan 300 orang lebih siswa baru yang berbeda karakternya harus diproses dengan target out put (lulusan) kelak kurang lebih  sama.  Sungguh bukan pekerjaan ringan, tapi kami bersyukur dengan seraya mengucapkan Alhamdulillah kerja keras rekan-rekan guru telah membuahkan hasil yang cukup membanggakan, sekiranya dikomparasikan dengan sekolah-sekolah yang melakukan seleksi,  seperti sekolah-sekolah negeri di Bontang, Samarinda, Balikpapan dan di wilayah Kaltim lainnya.  Semua sekolah-sekolah negeri tersebut terdapat siswanya yang harus mengulang dengan jumlah yang kurang lebih sama.  Padahal kalau di lihat dari sisi seleksi siswa dan jumlah siswa jauh lebih ideal.  Sekolah perusahaan seperti Vidatra, dan YPPBS (Sangata) kondisinya kurang lebih sama.  Vidatra lebih sedikit jumlah yang harus mengulang karena jumlah siswanya sedikit, dari sisi prosentase sama; sementara YPPBS jauh lebih memprihatinkan karena yang harus mengulang 18, 50 %.  Tentang nilai sempurna (10,00) mengutip harian Tribun Kaltim tanggal 07 Mei 2010 dikatakan sebagai berikut: “nilai sempurna mata pelajaran Bahasa Inggris se Kaltim ada dua orang, salah satunya dari SMP YPK; Matematika ada 63 orang, dua diantaranya siswa SMP YPK; dan IPA ada 10 orang, dua diantaranya siswa SMP YPK.”

 

Kesimpulannya, mencermati data-data yang ada, kami hanya ingin menyampaikan pesan mari kita belajar obyektif dalam menilai atau menimbang hasil Ujian Nasional di sekolah-sekolah YPK, khususnya di SMP YPK.  Semoga bermanfaat.