UNIT-UNIT

Mitra / Kerjasama

Login Form

Saat ini Online

We have 13 guests and no members online

Live Changing Experience

Live Changing Experience

(Pengalaman yang Merubah Hidup)

 

Berawal dari mengikuti seleksi pertukaran pelajar atau American Field Service (AFS) di Samarinda ketika kelas X sekitar Maret 2010 lalu, akhirnya saya bisa berangkat saat saya duduk di kelas XII ini. Saya berhasil terpilih setelah bersaing dengan 10.000 siswa dari seluruh chapter se-Indonesia melalui 3 tahap seleksi chapter, 1 tahap seleksi berkas di tingkat nasional dan seleksi-seleksi additional lainnya. Akhirnya 56 siswa dan 5 guru berangkat mengikuti Jenesys Short Programme ke Jepang selama 2 minggu yaitu dari tangal 5 hingga 18 Desember 2011 dengan beasiswa penuh dari pemerintah Jepang. Selain saya, dari SMA YPK Bontang pada tahun 2011-2012 ada 2 siswi yang mengikuti program student exchange (AFS) yaitu Ribka Sonia Cindy Ginting  ke Jerman dan Shinta Chiptaningrum  ke Belanda selama 1 tahun, dan saya sendiri Firda Arifatul Faqiha mendapat program Jenesys Short ke Jepang

 

Sebelum berangkat ada sesi orientasi dari chapter di Samarinda selama 3 hari, orientasi nasional di Jakarta 4 hari dan farewell party. Di Jepang kami akan berkumpul dengan teman-teman dari 10 negara ASEAN, Australia, New Zealand, dan India. Jadwal kamipun diatur satu minggu tour (Nara-Kyoto-Hiroshima-Tokyo) dan satu minggu homestay (di kota Shiga).

 

 Perjalanan dari Bandara Sukarno Hatta ke Kansai International Airport di Osaka membutuhkan waktu selama 8 jam, kami disambut oleh udara yang dingin karena di sana memang sedang musim salju. Tugas utama kami sebagai duta bangsa Indonesia selama di Jepang tidak hanya jalan-jalan, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia dan menyerap berbagai budaya, baik dari negara Jepang maupun negara-negara lain. Membuka pikiran dan saling mengenal negara satu sama lain khususnya negara Jepang. Selain itu kami juga bisa melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda dan itu membuat kami lebih mencintai Indonesia.

 

 Ketika tour kami mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan tempat wisata seperti Kinkakuji Tample, Todaji Tample, Kasuga Grand Shrine, Hiroshima Peace Memorial Park, Hiroshima Castle, Edo-Tokyo Museum, Tokyo Boat Tour, dan National Museum of Emerging Science and Innovation. Kami juga mencicipi berbagai jenis kuliner Jepang yang enak-enak, mengenal sejarah, memperoleh banyak informasi, memperbanyak teman dan menikmati setiap detail keindahan di Jepang. Subhanallah sekalilah.

 

 Saya mendapatkan hostfamily di Shiga dan double placement dengan siswa dari Myanmar yang semuanya sangat baik dan ramah. Selama homestay, saya banyak mengenal budaya Jepang, gaya hidupnya, dan cara pandang mereka yang menurut saya semuanya sangat luar biasa. Saya juga sekolah selama 2 hari di Omi Brotherhood High School. Mengenal sistem pendidikan di sana, proses belajar mengajarnya, dan murid-murid di sana. Welcoming party di daerah saya diisi dengan upacara teh khas Jepang dan makan malam dengan seluruh AFS Jenesys beserta hostfamily di sebuah restaurant. Saya juga belajar memainkan alat musik tradisional Jepang yaitu shamisen. Ketika hari Minggu saya bersama teman-teman sechapter pergi ke Universal Studio Japan di Osaka. Di hari terakhir homestay, kami tour keliling kota Omihachiman menggunakan perahu dan mengunjungi museum seni pahatan dari genteng. Hari terakhir program ini ada Jenesys Festival yang sangat seru. Tiap negara memakai pakaian adat masing-masing. Orang-orang sangat terkesan dengan pakaian adat Indonesia yang beragam dan sangat unik. 2011 adalah tahun terakhir program Jenesys, oleh karena itu kami semua merekam theme song Jenesys yang berjudul “Closer To You”. Di sini kami sangat merasakan makna kekeluargaan yang sesungguhnya. Setelah itu besoknya kami kembali ke negara masing-masing.

 

 Program ini bagiku “Live Changing Experience” yang artinya pengalaman yang mengubah hidup. Kenapa? Karena ini pengalaman sekali seumur hidup yang tidak bisa terulang. Program ini juga sangat membuka pikiranku tentang luar negeri khususnya Jepang. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga saya dapatkan yang tidak bisa didapatkan di sekolah. Semua ini membuat saya mempunyai dorongan untuk mengubah diri saya menjadi lebih baik mulai dari hal-hal kecil yang sepele, semoga lama-lama menjadi efek yang besar. Yang tidak kalah pentingnya adalah saya punya keluarga di Jepang, saya punya banyak teman dari berbagai negara dengan latar belakang budaya, gaya hidup, cara pandang yang sangat berbeda. I made friends and I will never forget. Tidak peduli dari negara mana, cantik atau jelek, hitam atau putih, nyambung atau tidak, we made connections. We believe through connections we reach understanding. Through connections we can do anything. Friendship is the best way to achieve peace.

 

                                                                                          Firda Arifatul Faqiha

                                                                                          SMA YPK, XII IPA 3