UNIT-UNIT

Mitra / Kerjasama

Login Form

Saat ini Online

We have 4 guests and no members online

Selamat Datang

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI YePeKa

Ketika YPK membuat angket kepuasan orang tua siswa maupun siswa tentang layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, pada umumnya  responden agak kesulitan menjawab karena belum tahu persis bagaimana seharusnya layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

Orang tua ataupun siswa biasanya menganggap peran guru bimbingan dan Konseling  adalah menangani siswa yang bermasalah saja, padahal tugas dan peran guru Bimbingan dan Konseling bukan hanya menyelesaikan masalah siswa yang bermasalah.

Berikut sedikit informasi tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah :

Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan bagian integral dari sistem pendidikan di sekolah, dalam upaya membantu siswa agar mencapai perkembangan yang optimal, sesuai dengan potensinya.                                                                     

Secara khusus layanan BK diarahkan untuk membantu siswa agar berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, produktif dan berperilaku jujur. Jadi, jika guru BK dapat berperan  sesuai fungsi ini, maka guru tersebut sangat berkontribusi terhadap pembentukan karakter. Meskipun tentu saja pembentukan karakter siswa bukan hanya tugas guru BK.

Layanan BK ditujukan pada 4 aspek perkembangan siswa, yaitu:

  1. Aspek pribadi, layanan  BK ditujukan agar  siswa memiliki pemahaman diri, rasa percaya diri, harga diri, rasa tanggung jawab dan mampu membuat keputusan secara bijak.
  2. Aspek sosial, layanan BK ditujukan untuk membantu siswa mengembangkan hubungan antarpribadi , menghormati orang lain dan memiliki rasa tanggung jawab sosial kemasyarakatan .
  3. Aspek pembelajaran, layanan BK ditujukan untuk membantu siswa agar menemukan cara belajar yang efektif dan dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuan dasarnya.
  4. Aspek perkembangan karier, layanan BK ditujukan untuk membantu siswa mengenal ciri-ciri berbagai pekerjaan dan profesi yang ada, serta merencanakan karier berdasarkan minat dan kemampuannya.

Ada 7 jenis layanan BK yang harus dilaksanakan di sekolah:

  1. Layanan orientasi, ditujukan kepada siswa baru atau siswa pindahan untuk memeahami situasi sekolah dan lingkungannya. Orientasi dapat mencakup pengenalan  terhadap program sekolah, kurikulum, pola pembelajaran dan evaluasi yang berlaku di sekolah, fasilitas dan cara penggunaannya, serta hal-hal lain yang diperkirakan perlu dipahami oleh  siswa baru.
  2. Layanan informasi, dimaksudkan untuk membantu siswa mendapatkan informasi yang diperlukan.
  3. Layanan pembelajaran, ditujukan untuk membantu siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.
  4. Layanan penempatan dan penyaluran, ditujukan untuk membantu siswa dalam penjurusan, memperoleh kegiatan ekstrakurikuler  yang sesuai, serta mendapatkan jurusan di perguruan tinggi atau lapangan kerja yang sesuai dengan minat dan bakat serta kepribadian siswa.
  5. Layanan konseling perorangan, ditujukan untuk membantu siswa secara individu , khususnya mereka yang mengalami masalah, misalnya problem dengan orang tua dan teman. Layanan diarahkan untuk memecahkan masalah dan tidak untuk menyalahkan siswa.
  6. Layanan bimbingan kelompok, ditujukan untuk pemecahan masalah umum (masalah pribadi ), misalnya masalah ketertiban, ujian dan sebagainya.

Seringkali layanan BK membuat siswa takut atau malu, sehingga jarang siswa yang atas kemauan sendiri datang dan berkonsultasi dengan guru BK.

Agar siswa merasa bahwa guru BK sebagai sahabat untuk curhat dan tempat berkonsultasi, maka guru BK yang baik adalah guru yang:

  • Dapat bergaul akrab dengan siswanya dan memakai “bahasa“ mereka (di YPK guru BK masuk kelas selama 35 menit/minggu).
  • Mau mendengarkan pendapat maupun keluhan siswa dan meghindari memberikan perintah.
  • Menghindari kesan menggurui tetapi lebih banyak berdiskusi secara bebas dan santai.
  • Menyediakan berbagai informasi yang diperlukan siswa dalam bentuk tertulis, agar mudah didapat.
  • Memiliki waktu yang terjadwal untuk memberikan layanan individu dan kelompok .
  • Membuat program yang diperlukan oleh siswa pada umumnya.

Nah, setelah mendapat sedikit informasi tentang bagaimana seharusnya Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, harapan penulis, orang tua/siswa dapat memberikan pendapat sejauh mana layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah-sekolah YPK.

Dengan adanya feed back dari orang tua/siswa, guru BK akan bekerja lebih optimal, sehingga manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh pengguna jasa dalam hal ini tentu saja orang tua dan siswa YPK.

Referensi :

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI : 1966. Petunjuk teknis Pengelolan    Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Depdikbud.
Widodo dan Nur Hidayah.1977. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Jakarta .Dit.Dikmenum
Departemen Pendidikan Nasional .Panduan Manajemen Sekolah