SEKILAS INFO
: - Rabu, 21-02-2024
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Yayasan Pupuk Kaltim, Pelopor Sekolah Umum Religius. SEMOGA PANDEMI COVID-19 SEGERA BERLALU DARI BUMI INI, SEHINGGA KITA DAPAT BERJUMPA LAGI DI SEKOLAH
Siswa SMA YPK Raih Peringkat 6 Nasional Festival Literasi Siswa Indonesia Bidang Cerpen

Festival Literasi Siswa Indonesia atau FeLSI 2021 yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek di tengah masa pandemi membuktikan bahwa siswa Indonesia terus berupaya membangun kompetensi literasi dan kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik jenjang SMA, SMK, dan MA di bidang literasi dalam menciptakan konten-konten positif di bidang jurnalistik, fotografi maupun cerita pendek. Pada tanggal 9-13 September 2021 yang lalu, dari total unggahan karya 2.157 telah dipilih 75 karya yang akan mengikuti final FeLSI 2021.

Tahap awal, peserta mengunggah karyanya melalui laman yang sudah ditentukan oleh panitia untuk diambil 25 finalis dari masing-masing bidang. Khusus bidang cerpen, Amarissa Aurelia Pualani (XI IPS 1) menyingkiran 1.419 peserta lain dan berhasil masuk 25 besar untuk tahap coaching clinic. Pada tahap akhir, finalis diminta membuat cerpen dengan tema “Indonesia Bangkit, Literasi Pulihkan Negeri” yang nantinya akan dilakukan penjurian. Rangkaian kegiatan final dilaksanakan pada tanggal 27 September sampai dengan 1 Oktober 2021. Seleksi wawancara dilaksanakan secara virtual zoom meeting pada tanggal 29-30 September 2021.

“Ini benar-benar permulaan yang luar biasa buat saya. Ke depannya tentu akan lebih giat meningkatkan kemampuan saya dalam menulis. Meskipun saya belum berhasil merebut medali, saya bersyukur bisa menjadi salah satu finalis dan bisa berdiskusi dengan orang-orang hebat,” ungkap Aurelia.

Dalam penutupan FeLSI 2021 yang berlangsung secara daring pada Jumat, 1 Oktober 2021, Plt. Kepala Puspresnas Asep Sukmayadi, menyampaikan ke depannya Festival Literasi Siswa Indonesia akan dilaksanakan bukan hanya melalui lomba tapi juga melalui pembiasaan, perubahan transformasional dalam menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berhitung. Siswa juga ditantang memahami segala sesuatu secara lebih komprehensif, dan menjadi problem solver bagi diri, orang lain, dan lingkungannya termasuk di tengah masa pandemi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Video Terbaru